Selasa, 01 Mei 2012
Ada Tawaran Beasiswa Sudan dan Non Beasiswa Mesir
Ditulis Oleh : Administrator UIN

Prof Dr H Ahmad M Sewang MA.

UIN Online – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia memberi kesempatan kepada Anda yang berminat untuk melanjutkan studi di Sudan atau di Mesir Program S1 tahun 2012/2013.

Bagi yang berminat ke Sudan merupakan program beasiswa alias kuliah gratis, sedangkan ke Mesir adalah program non beasiswa.

Hal ini diungkapkan Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Dr H Ahmad M Sewang MA ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (01/05/2012).

“Ya, Kementerian Agama membuka kesempatan melanjutkan studi ke Sudan dan Mesir, ada yang program beasiswa (Sudan), dan program non beasiswa (Mesir),” ujar mantan Direktur Program Pascasarjana UIN Alauddin ini.

Adapun universitas yang akan dituju untuk program beasiswa ke Sudan yaitu Universitas Afrika Internasional, sedangkan ke Mesir di Universitas Al-Azhar Kairo.

Ahmad Sewang menambahkan bahwa UIN Alauddin Makassar ditunjuk sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan seleksi bersama beberapa kampus/daerah lainnya seperti Kantor Kemenag RI, IAIN Medan, IAIN Sunan Ampel, Kantor Kemenag Jambi, dan lainnya.

Untuk ke Sudan, pendaftaran dibuka hingga Jum’at (04/05/2012), sedangkan ke Mesir dibuka hingga Rabu (23/05/2012).

Pelaksanaan ujian seleksi beasiswa ke Sudan akan dilaksanakan pada Sabtu, (12/05/2012). Sedangkan non beasiswa ke Mesir akan dilaksanakan pada Kamis, (31/05/2012). Untuk informasi selengkapnya bisa diakses di www.ditpertais.net

“Saya berharap kepada mahasiswa, alumni, atau lulusan Madrasah Aliyah/ SMA/ Sederajat yang memenuhi persyaratan untuk segera mendaftarkan diri karena masih ada kesempatan beberapa hari,” ujar Prof Ahmad Sewang.

Mantan Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) ini mengungkapkan bahwa beasiswa ke Sudan dan Non beasiswa ke Mesir ini adalah kesempatan yang besar dalam rangka mencapai tujuan untuk menyeimbangkan alumni Barat, Timur Tengah, dan Dalam Negeri.

“Ini adalah kesempatan untuk menyeimbangkan, tidak boleh ada yang dominan di antaranya, perbedaan lulusan (luar negeri, dalam negeri) akan menjadikan kita semakin dinamis dan membawa kita ke arah kemajuan,” pungkasnya.


[ Kembali ]