Dalam upaya meningkatkan kualitas manajemen pembelajaran berbasis digital, para dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) turut serta dalam sosialisasi bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan Lentera".
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar ini dilaksanakan melalui telekonferensi Zoom pada Kamis, 5 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WITA. Acara ini merupakan agenda strategis universitas yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan serta seluruh dosen di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
Lentera merupakan platform Learning Management System (LMS) resmi milik UIN Alauddin Makassar. Platform ini didesain sebagai ekosistem digital yang komprehensif karena telah terintegrasi dengan SIAKA UINAM (Sistem Informasi Akademik) dan MONEVDARING (Sistem Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran Daring).
Dalam sosialisasi tersebut, ditegaskan bahwa penggunaan Lentera dan Monevdaring kini bersifat wajib bagi seluruh tenaga pendidik. Hal ini bukan sekadar imbauan teknis, melainkan berkaitan erat dengan administrasi karier dosen. "Jika dosen tidak memanfaatkan platform Lentera dalam proses perkuliahan, maka mata kuliah yang terlaksana tidak akan terbaca oleh sistem pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) maupun Laporan Kinerja Dosen (LKD)," ungkap Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr. Muhammad Nur Akbar Rasyid, M.Pd., M.Ed., Ph.D.
Dengan adanya integrasi ini, Lentera menjadi instrumen utama dalam memvalidasi kinerja akademik dosen secara otomatis dan akuntabel. Para dosen MPI FTK diharapkan dapat segera melakukan sinkronisasi modul ajar dan aktivitas kelas ke dalam sistem guna memastikan proses belajar mengajar terdokumentasi dengan baik sesuai standar penjaminan mutu universitas.
Penulis : M. Chairul Anshar