Saripa Ikawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar angkatan 2022, resmi terpilih sebagai Ketua Korps HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya pada 20–21 Desember 2025, bertempat di Wisma Hafid Paccinongang, Kabupaten Gowa.
Terpilihnya Saripa Ikawati menjadi capaian membanggakan sekaligus bukti bahwa mahasiswa PBI FTK tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam organisasi eksternal tingkat cabang.
Dalam wawancara, Saripa Ikawati yang akrab disapa Kayes, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kesadaran akan besarnya amanah yang diemban. Menurutnya, memimpin Kohati di usia yang relatif muda dengan menaungi 13 komisariat dan 3 kampus merupakan tantangan tersendiri, baik secara struktural maupun dalam penguatan kualitas kaderisasi.
“Saya merasa bersyukur sekaligus menyadari bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Memimpin Kohati pada cabang pada usia yang relatif muda dengan menahkodai 13 komisariat dan 3 kampus menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman sebelumnya sebagai Ketua Kohati di tingkat komisariat menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan kepemimpinan, baik secara manajerial maupun ideologis, untuk mengemban amanah secara optimal dan berkelanjutan.
Dalam masa kepemimpinannya, Kayes mengusung visi terbinanya HMI-Wati Gowa Raya sebagai muslimah berkualitas insan cita yang konsisten, yakin, energik, dan solid; berdaya dan progresif; serta berperan aktif dalam penguatan keumatan dan keberlanjutan eksistensi HMI-Wati di tengah dinamika sosial dan kebangsaan. Visi tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem pengkaderan, pengembangan kapasitas intelektual dan kepemimpinan, serta advokasi dalam merespons persoalan perempuan dan umat.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa, khususnya PBI FTK, agar tidak hanya mengandalkan proses pembelajaran formal di ruang kelas. Menurutnya, organisasi menjadi ruang penting dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.
“Menjadi insan terpelajar bukan sekadar capaian akademik, melainkan bagaimana ilmu yang dimiliki dapat diinternalisasi dan diimplementasikan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tutupnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FTK, khususnya PBI, untuk aktif berorganisasi dan berkontribusi di berbagai ruang strategis, baik di tingkat internal kampus maupun eksternal.
Penulis: Ashabiqul Arham