Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Melalui PBI'S Co'Space, FORDABI x The Mic Master PBI FTK UINAM Gelar “Ramadhan Sparing Debate: Dialectic of the Fasting”

Melalui PBI'S Co'Space, FORDABI x The Mic Master PBI FTK UINAM Gelar “Ramadhan Sparing Debate: Dialectic of the Fasting”

Gowa — Forum Debat Bahasa Inggris (FORDABI) dan The Mic Master (TMM) serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar Berkolaborasi menggelar kegiatan “Ramadhan Sparing Debate: Dialectic of the Fasting” pada Selasa, 11 Maret 2026 pukul 16.00 WITA yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumen, serta melatih kepercayaan diri dalam berdiskusi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Izzatul Jannah, S.Pd dan Subhan Rahmat, S.Pd., M.Pd. yang turut memberikan perhatian dan dukungan terhadap berlangsungnya kegiatan debat yang diselenggarakan melalui kolaborasi FORDABI dan The Mic Master PBI FTK UIN Alauddin Makassar.

Salah satu peserta debat dari tim pro, Nirmala Dewi yang akrab disapa Wawa, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena antusiasme timnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan debat selama bulan Ramadan.

“Hal yang membuat saya tertarik menjadi peserta karena saya memiliki rekan tim yang sama-sama excited mengikuti kegiatan ini. Apalagi ketika diinformasikan di hari yang sama dengan pelaksanaannya, saya merasa tertantang untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Wawa juga mengungkapkan bahwa dirinya dan tim tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan persiapan. Informasi mengenai kegiatan tersebut baru diterima sekitar sembilan jam sebelum pelaksanaan. Meski demikian, mereka tetap berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri.

“Jujur, kami tidak terlalu well-prepared karena informasi kegiatan baru kami terima sekitar sembilan jam sebelumnya. Namun kami masih sempat melakukan practice sekitar satu jam sebelum pelaksanaan dan menambah beberapa evidence untuk memperkuat argumen,” jelasnya.

Dalam debat tersebut, mosi yang diperdebatkan adalah pergantian jadwal kuliah pagi menjadi jadwal kuliah siang. Sebagai tim pro, Wawa memandang bahwa perubahan jadwal tersebut dapat memberikan beberapa manfaat bagi mahasiswa, khususnya selama bulan Ramadan.

Sebagai tim pro juga memiliki tantangan tersendiri untuk mempertahankan argumennya. Wawa menjelaskan bahwa banyaknya argumen yang dimiliki tim terkadang justru menjadi celah bagi tim oposisi untuk melemahkan argumen yang disampaikan.

“Ketika argumen terlalu banyak, kami jadi tidak bisa fokus pada satu poin utama. Hal itu bisa dimanfaatkan oleh tim oposisi untuk menyerang argumen kami,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa salah satu momen yang paling menegangkan adalah ketika harus berdebat dengan kakak tingkat di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang memiliki cara penyampaian argumen yang tegas dan meyakinkan.

“Melihat intonasi dan penekanan suara dari kakak tingkat itu terasa sangat tegas, seolah-olah mereka benar-benar ingin meyakinkan para penonton untuk tidak setuju dengan mosi yang diperdebatkan,” ujarnya.

Setelah kegiatan debat berakhir, Wawa mengaku merasa lega sekaligus tertarik untuk kembali mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang.

“Jujur saya merasa lega setelah debat selesai. Kalau ada kegiatan seperti ini lagi, saya tertarik untuk ikut lagi, tapi semoga informasinya tidak diberikan di hari yang sama dengan pelaksanaan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Wawa juga menyadari bahwa dalam debat bukan hanya data yang penting, tetapi juga cara menyampaikan argumen kepada audiens.

“Selama berdebat, bukan hanya data yang diperlukan, tetapi intonasi suara ketika berbicara juga sangat berpengaruh dalam menyampaikan argumen,” tambahnya.

Ia pun berharap agar kegiatan debat seperti ini dapat terus diadakan dan kolaborasi antara FORDABI dan The Mic Master dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Semoga program kolaborasi antara TMM dan FORDABI tetap terus ada dan semakin berkembang,” harapnya.

Kegiatan Ramadhan Sparing Debate: Dialectic of the Fasting diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi. Melalui kolaborasi antara FORDABI dan The Mic Master serta Himpunan Mahasiswa Jurusan PBI FTK UIN Alauddin Makassar, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi mahasiswa.


Penulis: Ashabiqul Arham