GOWA — Kemajuan teknologi digital dan maraknya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) membawa dinamika baru dalam dunia pendidikan tinggi Islam. Merespon tantangan zaman tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan Kuliah Umum Fakultas Tahun Akademik 2026/2027 pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara blended, memadukan kehadiran tatap muka langsung di Auditorium UIN Alauddin Makassar dan sambungan daring untuk menjangkau seluruh mahasiswa.
Mengusung tema “Moderasi Beragama di Era Digital: Menyeimbangkan antara Pemanfaatan Artificial Intelligence, Integrasi Akademik, dan Nilai Keislaman”, kegiatan ini diikuti dengan penuh antusiasme. Ratusan mahasiswa baru (Maba) semester satu hadir secara langsung memenuhi Auditorium kampus UIN Alauddin di Samata termasuk mahasiswa baru prodi Manajemen Pendidikan Islam yang tahun ini berjumlah 115 orang, sementara mahasiswa semester tiga, lima, hingga semester atas mengikuti jalannya perkuliahan secara interaktif melalui platform Zoom dan media virtual. Perpaduan ini menciptakan ruang belajar yang inklusif tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Narasumber pada kuliah umum ini adalah Prof. Dr. Andi Achruh, M.Pd.I. sebagai keynote speaker, Jocelyn Cuitino Ojeda, M.Ed., M.Appling., Ph.D. sebagai speaker, Muhammad Jabal An-Nur, S.Pd., M.Pd., Ph.D. sebagai speaker, dan Nur Aliyah Nur, S.Pd.I., M.Pd. sebagai moderator, beliau juga adalah Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Dekan FTK UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I. dalam pesannya, bahwa kehadiran kecerdasan buatan hendaknya disikapi secara bijak dan proporsional. Teknologi AI diarahkan sebagai instrumen pendukung untuk meningkatkan efektivitas belajar dan daya kritis riset, bukan malah mengikis integritas akademik apalagi mengaburkan nilai-nilai keberagaman yang ramah dan toleran.
Diskusi yang berlangsung dinamis menyoroti pentingnya karakter moderat di tengah derasnya arus informasi media digital. Para peserta didorong untuk menjadi agen perubahan yang membawa kesejukan narasi di dunia maya, memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan-pesan edukatif, serta tetap memegang teguh kaidah moral keislaman dalam setiap aktivitas akademiknya.
Pada akhirnya, kuliah umum ini bukan sekadar forum transfer pengetahuan antara luring dan daring. Lebih dari itu, ia membawa harapan besar agar para mahasiswa FTK UIN Alauddin Makassar mampu tumbuh menjadi generasi terdidik yang adaptif terhadap teknologi AI, unggul secara akademis, serta kokoh dalam menancapkan nilai-nilai moderasi beragama di era digital.
Penulis : Muh. Imam Al-Hakim
Editor : M. Chairul Anshar