Makassar – Program Studi (Prodi) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassarmelaksanakan kegiatan
pengabdian masyarakat di SMP Tahfidz Mutiara Al Akbar (STAMA). Kegiatan ini
menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di
bawah naungan Yayasan Mutiara Al Akbar Nusantara dalam memperkuat kualitas
pembelajaran serta pembinaan karakter santri.
SMP Tahfidz Mutiara Al Akbar dipimpin oleh Dr. Wa Ode Ellistrika
Permatasari, S.Keb., Sp.A., M.Kes., dengan founder yayasan Andi Kaharuddin
Bahar, S.IP., M.Hum., serta kepala sekolah Nur Ali Akbar. Sekolah ini juga
meraih penghargaan Most Recommended School Awards Winner 2026
dari Best Awards ASEAN dan dikenal sebagai pelopor integrasi pendidikan tahfidz
dan akademik dalam melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter
Qurani.
Kegiatan pengabdian
dilaksanakan selama tiga minggu pada November 2025 melibatkan tiga mahasiswa
kelas A angkatan 2022, yakni Dzulqarnain Rahmat Lillalamin, Hikma Patika Sari,
dan Fadila Jafar. Selain menjalankan penelitian akademik, ketiganya turut
berperan sebagai mentor dalam persiapan Global Model United Nations (MUN) di Yogyakarta yang dijadwalkan
berlangsung pada 2–4 Januari 2026, sekaligus mendampingi santri dalam berbagai
aktivitas sekolah. Pendampingan meliputi kegiatan tahfidz setelah salat Subuh
dan Asar, bimbingan belajar bahasa Inggris, keterlibatan dalam penerimaan
rapor, serta partisipasi dalam peringatan Hari Guru. Kehadiran mahasiswa
dinilai mampu menghadirkan semangat baru bagi santri untuk meningkatkan
kemampuan akademik dan motivasi belajar.
Salah satu santri,
Zulpa, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti pembelajaran bersama para
mahasiswa.
“Terima kasih ustaz dan ustazah sudah datang ke sekolah kami. Belajar
bersama kalian sangat seru dan mudah dipahami.”
Hal serupa disampaikan
Adwa yang merasa semakin termotivasi meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.
“Saya sangat termotivasi dan semakin ingin meningkatkan kemampuan bahasa
Inggris saya.”
Dzulqarnain berharap
kegiatan pengabdian ini memberi dampak jangka panjang bagi perkembangan santri.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Semoga adik-adik
santri dapat mengamalkan ilmu dengan baik, karena ilmu tanpa adab tidak akan
bermanfaat. Sangat menyenangkan bisa belajar dan berbagi bersama mereka.”
Melalui program ini,
sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan tahfidz diharapkan terus
berlanjut guna mendukung peningkatan mutu pendidikan, pembentukan karakter,
serta penguatan nilai spiritual generasi muda.
Penulis: Hikma Patika Sari