Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Civitas Akademika Prodi PBI FTK UIN Alauddin Makassar Ikuti Penanaman Mangrove di Puntondo

Civitas Akademika Prodi PBI FTK UIN Alauddin Makassar Ikuti Penanaman Mangrove di Puntondo

Sejumlah Civitas Akademika Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar mengikuti mengikuti penanaman mangrove yang diadakan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH)  Puntondo yang berlokasi di Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan, Mangarabombang, Takalar, Sulawesi Selatan, pada hari Ahad, 25 Januari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh tiga dosen, yaitu Prof. Dr. Hj. Mardiana, M.Hum., Muhammad Syahruddin Nawir, M.Hum., Multazam Abubakar, M.Hum., lima belas alumni yang berasal dari Angkatan 2018, 2020 dan 2021 serta sepuluh orang mahasiswa semester lima.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan PBI didampingi oleh tim dari PPLH Puntondo melakukan penanaman di pesisir pantai  Puntondo.

Tim dari PPLH Puntondo terlebih dahulu mendemonstrasikan cara menanam mangrove.

Pihak PPLH Puntondo menyambut baik kedatangan rombongan dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai bagian dari kampanye edukasi lingkungan hidup.

Mangrove adalah suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap salinitas.

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat secara fisik, ekologis dan ekonomis.

Secara fisik manfaat mangrove antara lain, sebagai perlindungan terhadap sedimentasi, abrasi dan instrunsi air laut, penahan badai dan angin yang bermuatan garam, serta untuk menurunkan emisi karbon.

Secara ekologis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup, perlindungan dan sumber pakan bagi biota laut dan spesies yang ada di sekitarnya; sedangkan secara ekonomis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat rekreasi wisata, sumber bahan baku untuk bangunan dan kayu bakar serta sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan penangkap ikan, udang, kepiting dan lainnya.