Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Alauddin Makassar, memberikan pendampingan intensif kepada delegasi santri
SMP Tahfidz Mutiara Al Akbar (STAMA) dalam rangka persiapan mengikuti ajang International Youth Forum Global Model United Nations (MUN) 2026
yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 2–4 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi
langkah strategis STAMA dalam mewujudkan visi “Go
International.”
Tiga
mahasiswa PBI yang terlibat dalam kegiatan pendampingan tersebut adalah Dzulqarnain Rahmat Lillalamin, S.S., Hikma Patika Sari, dan Fadila Jafar
sebagai wujud implementasi kerja sama antara kedua institusi.
Pendampingan dilakukan melalui serangkaian pelatihan intensif, meliputi
penguatan kemampuan bahasa Inggris, peningkatan kepercayaan diri, serta latihan
simulasi sidang Model United Nations (MUN). Kegiatan ini merupakan bagian dari
program pengabdian mahasiswa di SMP Tahfidz Mutiara Al Akbar (STAMA) dalam
mengembangkan potensi global santri.
Ajang Global MUN 2026 diikuti oleh delegasi dari sekitar 20 negara di dunia dan menjadi wadah bagi para peserta untuk melatih keterampilan diplomasi, kepemimpinan, serta pemahaman isu-isu global. Dalam forum tersebut, delegasi STAMA akan mewakili Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
1. Muhammad B. S. Rafaid Idris (kelas VII) sebagai delegasi UNICEF – Burkina Faso
2. Mufidah Mutmainnah (kelas VII) sebagai delegasi UNESCO – Ethiopia
3. Zulfah Rini sebagai delegasi UNESCO – Sudan
SMP
Tahfidz Mutiara Al Akbar (STAMA) berada di bawah naungan Yayasan Mutiara Al Akbar Nusantara yang dipimpin oleh Dr. Wa Ode Ellistrika Permatasari, S.Keb., Sp.A., M.Kes.,
dengan Andi Kaharuddin Bahar, S.IP., M.Hum.
sebagai founder yayasan, serta Nur Ali Akbar
selaku Kepala Sekolah. Dukungan penuh dari pihak yayasan dan sekolah turut
menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pendampingan dan kesiapan
santri menghadapi forum internasional tersebut.
Hikma
Patika Sari menyampaikan bahwa keikutsertaan santri STAMA dalam ajang Global
MUN merupakan pengalaman pertama yang sangat berharga sekaligus momentum
penting bagi sekolah untuk berkiprah di tingkat global.
“Ini merupakan pengalaman pertama bagi para santri. Kami yakin
mereka mampu tampil dengan percaya diri dan membawa nama STAMA ke level
internasional,”
ujarnya.
Senada
dengan itu, Dzulqarnain Rahmat Lillalamin menegaskan komitmen tim pendamping
dalam mempersiapkan para delegasi secara maksimal.
“Kami melakukan pendampingan secara intensif agar para santri
siap berpartisipasi aktif. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi STAMA
dalam melahirkan generasi Qurani yang berwawasan global,” tuturnya.
Melalui
partisipasi dalam Global MUN 2026, diharapkan santri STAMA tidak hanya
meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan wawasan internasional, tetapi juga
mengembangkan kepercayaan diri, kepemimpinan, serta keterampilan diplomasi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat langkah STAMA menuju Go International dan menjadi inspirasi bagi santri
lainnya untuk terus berprestasi di tingkat global.
Penulis: Hikma Patika Sari