ICONELE 2026 (International Conference On English Language Education) menjadi salah satu kegiatan akademik yang memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Konferensi internasional ini dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026 di Sultan Alauddin Hotel & Convention dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta peneliti di bidang pendidikan bahasa Inggris.
Salah satu peserta, Azkiyah Mazrurah mahasiswa PBI FTK UIN Alauddin angkatan 2025 mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru mengenai perkembangan pendidikan bahasa Inggris di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam konferensi tersebut, berbagai topik penting dibahas, mulai dari penggunaan AI dalam proses pembelajaran dan penilaian, metode pengajaran digital dan hybrid, pemanfaatan media dalam pembelajaran bahasa, keberagaman bahasa, inovasi kurikulum, hingga peran dan kesejahteraan guru. Kegiatan ini juga menghadirkan keynote speakers, sesi seminar, presentasi penelitian (call for papers), diskusi ilmiah, serta networking antar peserta.
Menurut Azkiyah, ICONELE 2026 memberikan banyak pengalaman baru, khususnya dalam memahami perkembangan terbaru dunia pendidikan bahasa Inggris yang semakin dipengaruhi oleh teknologi. Ia juga merasa kegiatan tersebut membantu mahasiswa memperoleh insight tentang metode belajar dan mengajar yang lebih efektif dan inovatif.
“ICONELE itu keren dan sangat bermanfaat. Acaranya membuka wawasan tentang perkembangan terbaru dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama yang berkaitan dengan teknologi dan AI,” ujarnya.
Selain menambah wawasan akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan relasi, bertukar pikiran dengan peserta lain, serta menambah kepercayaan diri mahasiswa dalam berdiskusi maupun presentasi ilmiah.
ICONELE (International Conference on English Language Education) 2026 sendiri diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Mahasiswa angkatan 2025 diwajibkan menghadiri acara secara offline, sedangkan angkatan lainnya mengikuti kegiatan secara online. Konferensi ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi dalam dunia pendidikan bahasa Inggris di masa depan.
Penulis: Alfan MK