Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Prodi PBI Adakan Sosialisasi Program MBKM Dorong Mahasiswa Manfaatkan Pembelajaran di Luar Program Studi

Prodi PBI Adakan Sosialisasi Program MBKM Dorong Mahasiswa Manfaatkan Pembelajaran di Luar Program Studi

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus didorong sebagai salah satu strategi untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui berbagai aktivitas akademik dan nonakademik di luar kampus. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan sosialisasi program MBKM yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar pada hari Rabu, di 10 Desember 2025 di ruang LT Barat FTK.

Kegiatan tersebut diikuti oleh dari PBI angkatan 2024 dan menghadirkan Ketua Prodi PBI, Dr. Sitti Nurpahmi, M.Pd. sebagai pemateri. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai konsep, mekanisme, manfaat, serta berbagai bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus yang dapat diikuti dalam program MBKM.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai bentuk pembelajaran yang memungkinkan mereka memperoleh pengalaman secara langsung di lingkungan profesional maupun masyarakat. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi dapat berlangsung melalui magang atau praktik kerja, pertukaran mahasiswa, proyek di masyarakat, asistensi mengajar, penelitian, kegiatan kewirausahaan, serta bentuk pembelajaran lain yang relevan dengan kompetensi mahasiswa.

Dr. Sitti Nurpahmi, M.Pd. menjelaskan bahwa pembelajaran di luar kampus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang tidak selalu dapat diperoleh melalui pembelajaran konvensional di kelas.

“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas. Melalui pembelajaran di luar kampus, mahasiswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, masyarakat, dan perkembangan kehidupan nyata,” ujar beliau.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program MBKM juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, memecahkan masalah, beradaptasi, serta membangun jejaring profesional.

Selain menjelaskan manfaat program, sosialisasi juga membahas aspek teknis pelaksanaan MBKM. Mahasiswa memperoleh informasi mengenai persyaratan peserta, prosedur pendaftaran, pemilihan program, mekanisme pembelajaran, pendampingan, pengakuan hasil belajar, serta evaluasi kegiatan. Informasi tersebut dinilai penting agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri dan memilih program yang sesuai dengan minat serta kompetensi akademiknya.

Pembelajaran di luar kampus pada dasarnya memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menjadi pembelajar yang mandiri. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman menghadapi persoalan nyata, berinteraksi dengan berbagai pihak, sekaligus menguji penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama mengikuti perkuliahan.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung interaktif. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait program yang tersedia, proses pendaftaran, konversi atau pengakuan kredit pembelajaran, hingga pengalaman yang dapat diperoleh setelah mengikuti kegiatan MBKM.

Melalui sosialisasi tersebut, Prodi PBI berharap semakin banyak mahasiswa yang memahami dan memanfaatkan kesempatan belajar di luar kampus. Program MBKM diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk lulusan yang memiliki kompetensi, kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional maupun masyarakat.

Dengan demikian, pembelajaran di luar kampus menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman pendidikan yang lebih kontekstual, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa.