Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
AFIECE Seri VI Bahas Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Berbasis Keluarga

AFIECE Seri VI Bahas Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Berbasis Keluarga

Gowa--Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan Academic Forum on Islamic Early Childhood Education (AFIECE) sebagai wadah diskusi ilmiah yang mempertemukan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta masyarakat untuk mengkaji berbagai isu strategis terkait pendidikan anak usia dini. Kegiatan AFIECE Seri VI ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Pada kesempatan tersebut, AFIECE mengangkat tema “Menata Ulang Pendidikan Islam Anak Usia Dini untuk Mewujudkan Generasi Ramah Anak dan Melek Multiliterasi”, dengan pembahasan khusus pada Topik 6: Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Berbasis Keluarga. Tema ini dipandang sangat relevan mengingat keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam keluarga menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak sekaligus bekal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era yang terus berkembang.

Kegiatan menghadirkan Dr. Muchlisah, S.Psi., M.A. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dr. Muchlisah menjelaskan bahwa masa anak usia dini merupakan periode yang sangat menentukan bagi perkembangan individu. Masa ini dikenal sebagai golden age dan golden window, yakni periode ketika sekitar 80–90 persen perkembangan kognitif anak berlangsung sehingga membutuhkan stimulasi dan pola pengasuhan yang tepat.

Lebih lanjut, pemateri menegaskan pentingnya keluarga sebagai unit utama dalam pembentukan karakter anak. Hal tersebut dijelaskan melalui teori sistem keluarga, konsep attachment (kelekatan), dan relatedness (keterhubungan) yang menunjukkan bahwa kualitas relasi dalam keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sosial dan emosional anak.

Dalam konteks perkembangan teknologi, Dr. Muchlisah menekankan perlunya penerapan digital parenting yang bijaksana. Orang tua memiliki peran penting dalam proses sosialisasi, transmisi, dan internalisasi nilai kepada anak. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai-nilai yang diwariskan dapat mengalami penyesuaian tanpa menghilangkan prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman kehidupan.

Pembahasan mengenai nilai, moral, dan karakter juga menjadi perhatian penting dalam forum ini. Pemateri menjelaskan bahwa nilai berfungsi sebagai blue print atau cetak biru pembentukan moral, sedangkan moral menjadi fondasi terbentuknya karakter. Karakter pada akhirnya tercermin dalam pola kepribadian dan perilaku individu dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peserta diperkenalkan pada sembilan pilar karakter anak usia dini yang dikembangkan oleh Indonesia Heritage Foundation (2000). Pilar-pilar tersebut bertujuan membentuk anak menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, mandiri, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia.

Pada bagian akhir, Dr. Muchlisah memaparkan berbagai strategi dan tantangan dalam pengembangan karakter anak usia dini. Strategi utama yang perlu diperkuat adalah peningkatan kualitas relasi antara orang tua dan anak melalui komunikasi yang hangat, keteladanan, serta keterlibatan aktif dalam pengasuhan. Sementara itu, tantangan yang dihadapi saat ini berkaitan dengan perubahan pola komunikasi dalam keluarga dan pesatnya perkembangan digitalisasi yang memengaruhi pola interaksi serta pembentukan karakter anak.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan pengasuhan anak usia dini. Melalui penyelenggaraan AFIECE Seri VI ini, Program Studi PIAUD UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat terus menjadi ruang akademik yang produktif dalam memperkuat pemahaman dan praktik pendidikan Islam anak usia dini yang responsif terhadap perkembangan zaman serta berorientasi pada pembentukan generasi yang berkarakter, ramah anak, dan memiliki kemampuan multiliterasi.

Penulis: Ade Agusriani