Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
ppg.ftk.uin-alauddin.ac.id Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
UIN Alauddin Makassar Kukuhkan 6.351 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 3 Tahun 2025

UIN Alauddin Makassar Kukuhkan 6.351 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 3 Tahun 2025

MAKASSAR – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar prosesi Yudisium dan Pengukuhan Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 3 Tahun 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Hotel Claro Makassar pada Rabu, 11 Februari 2026. 

Sebanyak 6.351 lulusan resmi menyandang gelar Guru Profesional (Gr), yang terdiri dari 5.269 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 1.082 guru madrasah (Akidah Akhlak, Al-Qur'an Hadis, Fikih, SKI, Bahasa Arab, Guru Kelas MI, dan Guru Kelas RA). Para peserta berasal dari 80 kabupaten/kota di 9 provinsi di Indonesia, mulai dari Riau hingga Papua.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., bersama jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Turut hadir Kakanwil Kemenag Sulsel, Dr. K.H. Ali Yafid, M.Pd.I., serta para Kepala Bidang Madrasah dan PAIS dari berbagai provinsi seperti Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara sebagai bentuk kolaborasi. Dukungan pemerintah daerah dan mitra strategis juga diperkuat dengan kehadiran Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, serta sejumlah Kepala Dinas Pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia yang menyaksikan prosesi ini baik secara luring maupun daring.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., dalam sambutannya menekankan bahwa gelar profesional yang melekat merupakan identitas yang harus dijaga selamanya. Ia mengingatkan para guru untuk tidak "Gaptek" (Gagap Teknologi) dan menjauhi penyakit "TBC" (Tidak Bisa Komputer).

"Sekali menjadi guru profesional, identitas itu tidak akan pernah lepas. Guru profesional harus memiliki kemandirian batin, mampu mengelola emosi, dan yang terpenting memiliki integritas. Tanpa integritas, pengetahuan dan materi tidak akan berarti," tegas Prof. Hamdan.

Selain aspek teknis, Prof. Hamdan menekankan menyampaikan bahwa guru profesional juga dituntut untuk mampu mengelola emosi dengan baik, tidak mudah tersinggung atau "baper", serta tidak terjebak dalam fenomena FOMO (fear of missing out) dan FOPO (fear of people's opinion) yang hanya mengejar gaya hidup dan pengakuan sosial semata.

Beliau juga mengapresiasi perjuangan para guru yang telah melewati masa studi intensif selama 45 hari yang setara dengan beban satu tahun melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Ketua Prodi PPG UIN Alauddin Makassar, Dr. Usman, S.Ag. M.Pd., melaporkan bahwa dari total lulusan, sebanyak 1.506 peserta hadir secara luring (offline) didampingi keluarga, sementara 4.466 lainnya mengikuti prosesi secara daring (online).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. K.H. Ali Yafid, M.Pd.I., menyampaikan kabar baik mengenai peningkatan kesejahteraan guru. Beliau menyebutkan bahwa pemerintah terus berkomitmen meningkatkan tunjangan profesi guru sebagai bentuk perhatian terhadap dedikasi para pendidik.

Suasana haru menyelimuti ruangan saat perwakilan guru membacakan Sumpah Guru Indonesia. Para lulusan berjanji untuk membaktikan diri demi kepentingan kemanusiaan dan masa depan bangsa. Acara juga diisi dengan persembahan khusus dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Ibu Dina Maulida, yang turut memberikan semangat melalui persembahan lagu bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing rombel dan penyerahan daftar alumni secara simbolis kepada Ikatan Alumni PPG UIN Alauddin Makassar.