Salah satu dosen Program Studi (Prodi)
Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN
Alauddin Makassar, Multazam Abubakar, S.S., M.Hum. mempresentasikan hasil
penelitian pada The First International Conference on Indonesian Language,
Literature, Culture and Education (ICILLCE 2026) yang diadakan oleh Jurusan
Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Konferensi yang mengusung tema “Memperuat
Kearifan Lokal melalui Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Artificial
Intelligence (AI)” ini diadakan pada hari Senin-Selasa, 26-27 Oktober 2024 di
Fakultas Bahasa dan Sastra UNM.
Dosen linguistik tersebut memaparkan penelitiannya
yang berjudul Complex Word Recognition and Decomposition in Academic Reading: Evidence from
EFL University Students.
Ia menjelaskan mahasiswa sangat membutuhkan membaca
artikel jurnal dan teks akademik dan kemampuan tersebut sangat bergantung pada pengetahuan
kosakata.
Dalam membaca teks, terkadang mahasiswa
menemukan kosa kata, terutama kata kompleks, yang tidak diketahui artinya, maka
hal yang dapat dilakukan adalah memprediksi makna dengan memperhatikan arti
dari akar kata serta imbuhannya.
Dalam hal ini, kesadaran
morfologis, yang terdiri dari kemampuan mahasiswa dalam mengenali kata kompleks
dalam teks bacaan akademik dan mengurai kata-kata yang dikenali tersebut ke
dalam morfem penyusunnya, berperan penting.
Penelitian ini menemukan
bahwa mahasiswa dapat mengenali 59,09% kata kompleks dalam teks akademik yang
diberikan dengan ketepatan sebesar 98,91%.
Adapun tingkat
keberhasilan dekomposisi atau penguraian dari kata yang berhasil dikenali,
yakni 90,26% yang menunjukkan keterampilan segmentasi mahasiswa sangat baik.
Hasil ini mengindikasikan
bahwa pengenalan kata (recognition) dan penguraian struktur kata (decomposition)
merupakan dua aspek yang saling berkaitan namun berbeda, sehingga penting untuk
diukur secara terpisah.
Penelitian ini memberikan
implikasi bahwa pengajaran bahasa Inggris, khususnya pada Mata Kuliah
Morfologi, hendaknya mencakup kedua hal tersebut. Oleh karena itu, dosen perlu
melatih mahasiswa tidak hanya tentang cara menganalisis struktur kata, tetapi
juga cara mengenali kata kompleks secara alami di dalam teks akademik autentik.