Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen PBA UIN Alauddin Makassar Jadi Fasilitator Pelatihan Kompetensi Mahasiswa Melalui Proyek Berdampak di Sulawesi Tengah

Dosen PBA UIN Alauddin Makassar Jadi Fasilitator Pelatihan Kompetensi Mahasiswa Melalui Proyek Berdampak di Sulawesi Tengah

Palu, 24 Oktober 2026 — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar, Dr. Azizul Hakim, M.Pd.I., berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan Pelatihan Kompetensi Mahasiswa Melalui Proyek Berdampak yang diselenggarakan oleh FTK UIN Alauddin Makassar di Hotel Aston, Sulawesi Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam FTK UIN Alauddin Makassar yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Program tersebut mencakup sejumlah kegiatan penguatan mutu pendidikan, di antaranya seminar kurikulum berbasis cinta, seminar moderasi beragama, penguatan tata kelola jurnal, pelatihan kompetensi mahasiswa melalui proyek berdampak, serta pelatihan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) di madrasah.

Dalam sesi pelatihan, Dr. Azizul Hakim menyampaikan perspektif konseptual mengenai kampus berdampak dan mahasiswa berdampak dalam pandangan Islam. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan secara teoretis, tetapi juga harus mampu menghasilkan kontribusi nyata, solusi, dan manfaat bagi masyarakat.

Konsep keberdampakan tersebut berkaitan erat dengan prinsip kebermanfaatan ilmu, kebaikan manusia, serta tanggung jawab sosial. Dalam perspektif ini, keberhasilan pendidikan tinggi tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dr. Azizul Hakim juga menyoroti pentingnya prinsip kebermanfaatan ilmu dalam ajaran Islam. Doa Rasulullah saw. agar dilindungi dari ilmu yang tidak bermanfaat menjadi pengingat bahwa ilmu seharusnya membawa kebaikan, bukan sekadar menjadi pengetahuan yang berhenti pada tataran teori.

Prinsip tersebut sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya tidak seharusnya berjalan secara terpisah, melainkan saling terhubung untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan dan memberikan manfaat nyata. Nilai ini juga selaras dengan pesan Al-Qur'an, antara lain QS. At-Taubah ayat 122 tentang pendalaman ilmu agama dan pemberian peringatan kepada masyarakat, serta QS. Al-Ma'idah ayat 2 tentang tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi hadis yang berbunyi:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ


Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Hadis yang diriwayatkan dalam sejumlah sumber hadis, di antaranya Ahmad, ath-Thabrani, dan ad-Daruquthni, menjadi landasan nilai bagi pendidikan yang berorientasi pada dampak (impact-driven education). Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan serta proyek yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, penguatan kompetensi mahasiswa diharapkan semakin terarah pada pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih baik melalui kontribusi akademik yang berkelanjutan.

Partisipasi dosen PBA FTK UIN Alauddin Makassar dalam kegiatan ini turut memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan kompetensi mahasiswa dan tanggung jawab sosial. Semangat kampus berdampak menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan pada akhirnya juga tercermin dari manfaat ilmu yang dihadirkan bagi kehidupan masyarakat.