Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. ATACe

ATACe

 

Alauddin Testing and Assessment Center (ATACe)

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

 

DESKRIPSI

 

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar merupakan fakultas tertua di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang bertanggung jawab mempersiapkan guru-guru agama dan umum yang proffesional pada bidang masing-masing.

 

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar memiliki sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini tenaga pendidik (dosen) yang kompeten dalam bidang masing-masing. SDM inilah yang kemudian coba dikembangkan oleh Pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli yang dimiliki untuk mengelola unit-unit yang telah terbentuk dan dalam rangka memberikan layanan kepada civitas akademika UIN Alauddin secara umum dan Fakultas Tarbiyah secara khusus. Juga memberikan layanan kepada stakeholder luar yang membutuhkan dalam rangka pengembangan institusi atau lembaga.

 

Salah satu unit yang dibentuk oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar adalah unit yang bergerak dalam bidang pengujian, penilaian, dan evaluasi terhadap suatu kegiatan atau program yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau lembaga/institusi pemerintah atau swasta yang disebut sebagai Alauddin Testing and Assessment Center yang disingkat menjadi ATACe.

 

STRUKTUR UNIT LAYANAN ALAUDDIN TESTING AND ASSESSMENT CENTER (ATACe)

 

JENIS LAYANAN ALAUDDIN TESTING AND ASSESSMENT CENTER (ATACe) 

 

1. Layanan Tes Psikologi

 

Tes psikologi adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui karakter dan kepribadian seseorang. Tes psikologis adalah penilaian yang dilakukan oleh profesional yang ahli, biasanya psikolog, untuk mengevaluasi emosi, kecerdasan, dan/atau fungsi prilaku seseorang. Tes psikologi dapat dilakukan pada anak-anak maupun pada orang dewasa. Tes Psikologi juga dapat dilakukan untuk berbagai tujuan, berbagai alatar belakang, termasuk sekolah, universitas, badan sosial, tes seleksi KPU, dan tes seleksi lainnya.

 

Beberapa tes Psikologi yang dapat dilakukan diantaranya:

  1. Intelligence tests
    Intelligent tests atau tes kecerdasan digunakan untuk mengukur kecerdasan atau kemampuan seseorang untuk memahami lingkungan, berinteraksi dengannya dan belajar darinya. Tes kecerdasan meliputiWechsler Adult Intelligence Scale (WAIS), Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC), dan Stanford-Binet Intelligence Scale (SB)
  2. Personallity tests
    Personality tests atau tes kepribadian digunakan untuk mengukur kepribadian dan sifat-sifat dari seseorang. Tes kepribadian yang paling umum digunakan adalah Tes MMPI (MMPI), dan Tematik Apperception Test (TAT).
  3. Attitude test
    Attitude test atatu tes sikap digunakan untuk mengukur apa yang seseorang rasakan tentang suatu peristiwa tertentu, tempat, orang atau objek.
  4. Achievment tests
    Achievement tests atau tes prestasi digunakan untuk mengukur seberapa baik seseorang dalam memahami suatu topik tertentu seperti misalnya matematika. Achievment tests meliputi Wechsler Individual Achievement Test (wiat), dan Peabody Individual Achievement Test (PIAT)
  5. Aptitude tests
    Aptitude tests atau tes bakat digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang pada area yang spesifik seperti misalnya keterampilan dalam bidang administrasi. Aptitude tests ini meliputi Bloomberg Aptitude Test (BAT) dan Armed Services Vocational Aptitude Battery (ASVAB).
  6. Neuropsychological tests
    Neuropsychological tests atau tes neuropsikologi digunakan untuk anak-anak dan remaja yang mengalami cedera traumatis pada otak, kerusakan otak, atau masalah neurologis organik lainnya. Tes ini diberikan untuk mengidentifikasi gangguan-gangguan mental. Neuropsychological tests uga dapat digunakan untuk mengevaluasi kemajuan pasien yang menjalani perawatan atau rehabilitasi terkait cedera neurologis.
  7. Public safety employment tests
    Public safety emplyment tests digunakan dalam bidang keselamatan publik, seperti pemadam kebakaran, penegak hukum, serta layanan medis darurat. Tes ini meliputi National Firefighter Selection Inventory – NFSI, National Criminal Justice Officer Selection Inventory – NCJOSI, dan Integrity Inventory.
  8. Infant and Preschool Assessment
    Infant and preschool assessment digunakan untuk bayi dan anak-anak pra sekolah yang memiliki kemampuan terbatas dalam berkomunikasi. Para psikologi tidak bisa menggunakan tes biasa untuk menilai mereka. Maka dari itu banyak tes yang memang ditujukan khusus untuk anak-anak usia lahir sampai usia enam tahun. Tes ini biasanya bervariasi tergantung dengan usia masing-masing anak, penilaian refleks, tahap perkembangan untuk sensorik, keterampilan motorik, kemampuan bahasa, dan keterampilan kognitif.
  9. Objective tests
    Objective tests atau tes objektif memiliki respon yang terbatas, seperti kemungkinan untuk jawaban benar dan salah atau rating mengunakan Skala Ordinal. Contoh dari objective tests meliputi Minnesota Multiphasic Personality Inventory, Millon Clinical Multiaxial Inventory-III, Child Behavior Checklist, Symptom Checklist 90, Beck Depression Inventory.
  10. Projective tests
    Projective tests atau tes proyektif memungkinkan jenis yang lebih bebas dari respon. Tes ini bisa digunakan untuk menciptakan kesimpulan sebagai tindak lanjut dari metode lain. Projective test meliputi Exner system of scoring, Thematic Apperception Test (TAT), House-Tree-Person test, dan Animal Metaphor Test.
  11. Interest tests
    Interest tests atau tes minat digunakan untuk menilai kepentingan dan preferensi seseorang. Tes ini biasa digunakan untuk konseling karir. Tes ini menarik karena berkaitan dengan kegiatan sehari-hari dari pelamar kerja. Alasannya jika seseorang menunjukkan minat yang sama saat mengambil pekerjaan tertentu, maka kemungkinan besar orang tersebut akan menemukan kepuasan dari pekerjaan tersebut. Tes psikologi ini banyak digunakan dalam penilaian karir, konseling, dan bimibingan pendidikan.
  12. Biographical Information Blank
    Tes psikologi ini berbentuk kertas yang berisi tentang riwayat hidup pribadi dan pekerjaan. Hal ini digunakan untuk membantu proses perekrutan karyawan dengan mencocokkan latar belakang individu dengan persyaratan pekerjaan.

 

2. Layanan Assessment Center bagi Institusi Pemerintah dan Swasta

Salah satu metode yang dapat dikembangkan untuk dapat memetakan setiap potensi yang ada di lembaga/organisasi adalah metode Assesment Centre (AC). AC merupakan bentuk penilaian karyawan yang berorientasi ke depan, dan yang dinilai adalah potensi karyawan di masa yang akan datang. Metode AC ini telah ada sejak tahun 1990 dan sampai sekarang masih dapat bertahan sebab Assesment Center dapat digunakan untuk penilaian dalam menempatkan karyawan pada posisi yang tepat sesuai kemampuannya. 

Dalam bekerja, istilah the right man on the right place" tepat disematkan pada organisasi/lembaga yang memiliki idealisme untuk menempatkan karyawannya sesuai posisi ataupun jabatan yang semestinya. Oleh karena itu, istilah tersebut bukanlah sebuah slogan tanpa makna. Justru jargon tersebut memiliki arti yang sangat dalam bagi pegawai/karyawan  yang memiliki potensi baik serta didukung motivasi kerja yang tinggi, sebab akan dapat membantu lembaga/organisasi berjalan dalam koridor yang diharapkan.

Metode Assesment Centre ini merupakan penilaian kinerja yang menggunakan lebih dari satu penilai yang terlatih yang disebut Asessor. Para Asessor tersebut akan melakukan penilaian terhadap prilaku peserta dalam menilai potensi kerja karyawan dengan menggunakan Job Simulation. Adanya awal yang baik melalui sebuah sistem penilaian yang benar, maka akan menempatkan karyawan secara tepat ketika dipromosikan untuk suatu jabatan tertentu.

 

3. Layanan Validasi Instrumen 

Salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan dalam suatu penelitian adalah kualitas instrumen. Suatu penelitian akan memberikan informasi yang akurat atau dapat dipercaya jika instrumen yang digunakan mampu mengukur konstruk yang akan diteliti. Oleh karena itu, instrumen yang akan digunakan dalam mengumpulkan data perlu ditelaah atau dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Untuk mendapatkan instrumen yang baik yakni instrumen yang valid dan reliabel maka perlu dilakukan uji validitas dan reiabilitas. Reliabilitas menjelaskan seberapa jauh pengukuran yang didlakukan berkali-kali akan menghasilkan informasi yang sama atau dalam artian bahwa instrumen yang digunakan tidak menghasilkan banyak perbedaan informasi yang berarti. Validitas istrumen adalah seberapa jauh pengukuran oleh instrumen dapat mengukur atribut apa yang seharusnya diukur. Artinya instrumen yang digunakan mengukur sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Unit Alauddin Testing and Assessment Center (ATACe) memberikan layanan Validasi Instrumen kepada para mahasiswa baik S1, S2, dan S3 yang akan melakukan penelitian Skripsi, Tesis, dan Disertasi termasuk peneliti yang membutuhkan layanan ini.

 

 

4. Layanan Pengolahanan Data atau Analisis Data Statistika

Seorang peneliti termasuk mahasiswa S1, S2, dan S3 yang melakukan penelitian untuk penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi dituntut untuk menyajikan data hasil penelitian dengan benar, sehingga data yang telah dikumpulkan perlu disajikan dan dianalisis dengan baik dan benar agar tidak terjadi bias informasi.

Salah satu layanan yang diberikan oleh Unit Alauddin Testing and Assessment Center (ATACe) adalah memberikan layanan Pengolahan Data/Analisis Data Statistika. Analisis data statistika yang dimaksud adalah statistika deskriptif dan statistika inferensial untuk Statistika Parametrik dan Non Parametrik.

 

 


SURVEY KEPUASAN LAYANAN

http://bit.ly/SurveiATACe