Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
RAMAH TAMAH WISUDA SARJANA ANGKATAN 122 FTK UIN ALAUDDIN, HARU IRINGI PERJUANGAN WISUDAWAN DAN ORANG TUA

RAMAH TAMAH WISUDA SARJANA ANGKATAN 122 FTK UIN ALAUDDIN, HARU IRINGI PERJUANGAN WISUDAWAN DAN ORANG TUA

FTK Online – Gowa, (28/09/2026) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menggelar Ramah Tamah Wisuda Sarjana Angkatan 122 di Ballroom Phinisi Hotel Claro Makassar, Ahad (27/9/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan, haru, dan rasa syukur bersama para wisudawan, orang tua, pimpinan fakultas, serta sivitas akademika FTK.

Ramah tamah ini menjadi momentum untuk merayakan keberhasilan para mahasiswa yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya sekaligus memberikan penghormatan kepada orang tua yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjuangan mereka meraih gelar sarjana.

Sebanyak 103 wisudawan dari delapan program studi tercatat dalam Wisuda Sarjana Angkatan 122. Namun dari jumlah tersebut, hanya 75 wisudawan yang hadir dan mengikuti kegiatan Ramah Tamah.

Delapan program studi yang turut mencatatkan wisudawan dalam angkatan ini yakni Manajemen Pendidikan Islam sebanyak 8 orang, Pendidikan Agama Islam 4 orang, Pendidikan Bahasa Arab 16 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 11 orang, Pendidikan Biologi 24 orang, Pendidikan Fisika 1 orang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 37 orang, serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini sebanyak 2 orang.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan juga memberikan apresiasi kepada 17 wisudawan terbaik tingkat program studi serta 1 wisudawan terbaik tingkat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan bahwa pencapaian akademik yang diraih hari ini tidak semata-mata merupakan hasil perjuangan pribadi. Menurutnya, di balik keberhasilan seorang anak menyandang gelar sarjana, terdapat doa, pengorbanan, kerja keras, dan dukungan orang tua yang tidak selalu terlihat.

“Hari ini bukan hanya tentang keberhasilan anak-anak kita menjadi sarjana. Di balik toga yang dikenakan, ada perjuangan orang tua, ada doa yang tidak pernah putus, ada pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi yang diberikan dengan penuh keikhlasan. Karena itu, jangan pernah melupakan jasa orang tua. Jadikan keberhasilan ini sebagai bentuk bakti dan kebanggaan bagi mereka,” tutur Prof. Andi Achruh.

Ia juga berpesan agar gelar akademik yang diperoleh tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Gelar sarjana adalah awal dari pengabdian yang lebih luas. Jadilah alumni yang membawa nama baik almamater, memiliki integritas, dan mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam setiap rangkaian Ramah Tamah Wisuda terjadi pada sesi hiburan, seperti halnya yang terjadi pada pagelaran kali ini.

Dua vokalis mahasiswa FTK tampil membawakan lagu “Kaulah Ibuku” di hadapan para wisudawan dan orang tua. Lantunan lagu yang mengangkat kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu tersebut seketika mengubah suasana Ballroom Phinisi Hotel Claro menjadi penuh haru.

Momen tersebut semakin emosional ketika para wisudawan berdiri dan memeluk orang tua yang hadir. Tangis haru pun pecah, baik dari kalangan wisudawan maupun orang tua yang menyaksikan putra-putrinya telah sampai pada salah satu tahap penting dalam kehidupan mereka.

Momentum Ramah Tamah Wisuda Sarjana Angkatan 122 menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara fakultas, alumni, dan keluarga wisudawan. Momentum tersebut sekaligus menandai berakhirnya satu fase perjalanan pendidikan dan dimulainya fase baru bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat.

 

Oleh: Margono Setiawan