FTK Online – Gowa,
(28/09/2026) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar
menggelar Ramah Tamah Wisuda Sarjana Angkatan 122 di Ballroom Phinisi
Hotel Claro Makassar, Ahad (27/9/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana
penuh kebahagiaan, haru, dan rasa syukur bersama para wisudawan, orang tua,
pimpinan fakultas, serta sivitas akademika FTK.
Ramah tamah ini menjadi momentum
untuk merayakan keberhasilan para mahasiswa yang telah menyelesaikan perjalanan
akademiknya sekaligus memberikan penghormatan kepada orang tua yang selama ini
menjadi bagian penting dalam perjuangan mereka meraih gelar sarjana.
Sebanyak 103 wisudawan dari
delapan program studi tercatat dalam Wisuda Sarjana Angkatan 122. Namun dari
jumlah tersebut, hanya 75 wisudawan yang hadir dan mengikuti kegiatan Ramah
Tamah.
Delapan program studi yang turut
mencatatkan wisudawan dalam angkatan ini yakni Manajemen Pendidikan Islam
sebanyak 8 orang, Pendidikan Agama Islam 4 orang, Pendidikan Bahasa Arab 16
orang, Pendidikan Bahasa Inggris 11 orang, Pendidikan Biologi 24 orang,
Pendidikan Fisika 1 orang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 37 orang, serta
Pendidikan Islam Anak Usia Dini sebanyak 2 orang.
Selain menjadi ajang silaturahmi,
kegiatan juga memberikan apresiasi kepada 17 wisudawan terbaik tingkat program
studi serta 1 wisudawan terbaik tingkat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., dalam
sambutannya mengingatkan para wisudawan bahwa pencapaian akademik yang diraih
hari ini tidak semata-mata merupakan hasil perjuangan pribadi. Menurutnya, di
balik keberhasilan seorang anak menyandang gelar sarjana, terdapat doa,
pengorbanan, kerja keras, dan dukungan orang tua yang tidak selalu terlihat.
“Hari ini bukan hanya tentang
keberhasilan anak-anak kita menjadi sarjana. Di balik toga yang dikenakan, ada
perjuangan orang tua, ada doa yang tidak pernah putus, ada pengorbanan waktu,
tenaga, pikiran, bahkan materi yang diberikan dengan penuh keikhlasan. Karena
itu, jangan pernah melupakan jasa orang tua. Jadikan keberhasilan ini sebagai
bentuk bakti dan kebanggaan bagi mereka,” tutur Prof. Andi Achruh.
Ia juga berpesan agar gelar
akademik yang diperoleh tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi
menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Gelar sarjana adalah awal
dari pengabdian yang lebih luas. Jadilah alumni yang membawa nama baik
almamater, memiliki integritas, dan mampu memberikan manfaat di tengah
masyarakat,” lanjutnya.
Salah satu momen yang paling
menyentuh dalam setiap rangkaian Ramah Tamah Wisuda terjadi pada sesi hiburan,
seperti halnya yang terjadi pada pagelaran kali ini.
Dua vokalis mahasiswa FTK tampil
membawakan lagu “Kaulah Ibuku” di hadapan para wisudawan
dan orang tua. Lantunan lagu yang mengangkat kasih sayang dan pengorbanan
seorang ibu tersebut seketika mengubah suasana Ballroom Phinisi Hotel Claro
menjadi penuh haru.
Momen tersebut semakin emosional
ketika para wisudawan berdiri dan memeluk orang tua yang hadir. Tangis haru pun
pecah, baik dari kalangan wisudawan maupun orang tua yang menyaksikan
putra-putrinya telah sampai pada salah satu tahap penting dalam kehidupan
mereka.
Momentum Ramah Tamah Wisuda
Sarjana Angkatan 122 menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara fakultas,
alumni, dan keluarga wisudawan. Momentum tersebut sekaligus menandai
berakhirnya satu fase perjalanan pendidikan dan dimulainya fase baru bagi para
lulusan untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat.
Oleh: Margono Setiawan