FTK Online – Gowa (02/03/2026)
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan Workshop
Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education
(OBE) dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), mengacu pada
Pedoman RPS 2025 FTK. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PPG UIN Alauddin
Makassar dan diikuti oleh para dosen di lingkungan FTK.
Workshop ini menghadirkan dua
narasumber, yaitu Dr. Fitriani Nur, M.Pd. dan Dr. Azizul Hakim,
M.Pd.I., yang membawakan materi terkait penguatan penyusunan RPS berbasis
OBE serta pemanfaatan AI dalam perencanaan pembelajaran.
Dalam pemaparannya, Dr. Fitriani
Nur menegaskan bahwa RPS harus disusun secara sistematis dan selaras dengan
capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK).
“Pendekatan OBE menuntut kita
memastikan adanya keterkaitan yang jelas antara CPL, CPMK, strategi
pembelajaran, dan instrumen asesmen. RPS bukan hanya dokumen administratif,
tetapi panduan utama dalam memastikan mutu proses pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Azizul Hakim
menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam penyusunan RPS merupakan langkah adaptif
terhadap perkembangan teknologi, namun tetap memerlukan kontrol akademik dari
dosen. “AI dapat membantu mempercepat penyusunan draft RPS melalui prompt
yang tepat, seperti memuat role, context, task, dan format. Namun, substansi
akademik, kedalaman materi, dan kesesuaian dengan kurikulum tetap menjadi
tanggung jawab dosen pengampu,” jelasnya.
Pada sesi praktik, peserta
diperkenalkan pada prosedur penyusunan RPS menggunakan AI, mulai dari
menyiapkan template RPS, memetakan CPL dan MK dalam kurikulum prodi, hingga
menyusun prompt yang sistematis untuk menghasilkan draf RPS yang terstruktur.
Pemanfaatan AI diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung efektivitas kerja
dosen tanpa mengabaikan prinsip penjaminan mutu.
Melalui workshop ini, FTK
menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi akademik berbasis mutu,
inovasi, dan teknologi sesuai Pedoman RPS 2025, guna mewujudkan pembelajaran
yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Oleh: Margono Setiawan