Bismillahirrahmanirrahiim.
Kepatuhan dan ketaatan kepada Tuhan Alam Semesta, hanya dapat dilakukan oleh manusia sebagai Muslim, ketika mereka dapat menyadari dirinya berstatus sebagai hamba Allah, dan Allah swt. sebagai Tuhan Alam Semesta.
Berangkat dari proposisi tersebut di atas, saya berasumsi bahwa surah al-Fatihah yang memuat firman Allah swt, merupakan pernyataan-pernyataan spesifik yang ditujukan kepada manusia, yang bertujuan untuk membangun sebuah kesadaran manusia yang berorientasi kepada penghambaan diri manusia kepada Allah swt sebagai Tuhannya Alam Semesta.
Mari Kita mencoba menelisiknya.
Pertama, di dalam surah al-Fatihah,
Manusia memuji kepada Allah swt sebagai Tuhan Pemelihara Alam Semesta (manusia merupakan bagian dari Alam Semesta), karena Dialah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadap Alam Semesta.
Lalu berimplikasi kepada pengakuan Manusia, bahwa Dialah Tuhan Penguasa Alam Dunia.
Kedua, di dalam surah al-Fatihah,
Manusia menyatakan bahwa Dialah Tuhan Penguasa Alam Akhirat, yang berimplikasi, bahwa Dialah Tuhan yang disembah Manusia, dan Dialah Tuhan, tempatnya Manusia memohon pertolongan.
Ketiga, di dalam
surah al-Fatihah, Manusia memohon kepada Allah swt, agar ditunjuki jalan yang lurus, sebagaimana jalannya Manusia yang telah diberi nikmat (para Nabi dan para Manusia yang Shaleh), serta bukan jalannya Manusia yang dimurkai oleh Allah swt, dan Manusia yang tersesat .
Jadi, surah al-Fatihah ketika dibaca oleh manusia, di kala melakukan Shalat, maka akan bermakna sebagai bentuk penghambaan diri Manusia kepada Allah Yang Maha Pencipta.
Akhirnya, saya berasumsi bahwa surah al-Fatihah wajib dibaca disetiap rakaat Shalat, merupakan bentuk pengkondisian Allah swt kepada Manusia, agar mereka dapat menumbuhkan kesadaran spiritualnya sebagai hamba kepada Allah swt. sebagai Tuhan Alam Semesta.
Semoga manfaat,
Tulisan ini, hanyalah sebuah perspektif dari Analisis Canda.