Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
QINTAN GHEFIRA NOOR ZAHIYYAH, MAHASISWA PBI FTK UIN ALAUDDIN KEMBALI UKIR PRESTASI DI AJANG BAHASA KOREA

QINTAN GHEFIRA NOOR ZAHIYYAH, MAHASISWA PBI FTK UIN ALAUDDIN KEMBALI UKIR PRESTASI DI AJANG BAHASA KOREA

FTK Online - Gowa, (05/10/2026) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar. Qintan Ghefira Noor Zahiyyah berhasil meraih Juara 1 kategori Long Form News – Hard News dalam kompetisi pembacaan berita berbahasa Korea yang diselenggarakan secara rutin oleh Lembaga Les Bahasa Korea Online, Kkuljaem Korean secara daring dan diumumkan melalui laman resmi instragram @kkuljaemkorean.

Long form – hard news merupakan pembacaan berita yang menyajikan laporan mendalam (long form) mengenai peristiwa actual, penting, atau isu krusial dengan menggabungkan kecepatan dan aktualitas fakta (hard news), dengan penguraian data, konteks, serta investigas yang lebih Panjang dan komprehensif daripada berita biasa.

Capaian tersebut semakin menegaskan kiprah Qintan sebagai salah satu mahasiswa berprestasi FTK yang aktif mengembangkan kemampuan di bidang bahasa asing. Tidak hanya berfokus pada bahasa Inggris sebagai bidang studinya, Qintan juga berani mengeksplorasi bahasa dan budaya Korea hingga membawanya meraih prestasi di tingkat kompetisi.

Ketertarikan Qintan terhadap bahasa Korea berawal dari kegemarannya menikmati berbagai konten berbahasa Korea. Selama kurang lebih lima hingga tujuh tahun, ia terbiasa menyaksikan berbagai konten dalam bahasa tersebut. Pengalaman belajar secara otodidak kemudian menjadi modal ketika ia menemukan informasi kompetisi melalui media sosial Instagram.

“Awalnya iseng saja. Pas melihat informasi lomba ini lewat Instagram, tiba-tiba kepikiran, ‘Kenapa tidak coba ikut, ya?’ Apalagi event seperti ini cukup jarang saya temukan. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar,” ungkap Qintan.

Persiapan menghadapi kompetisi dilakukan Qintan secara mandiri selama beberapa hari. Ia memberikan perhatian khusus pada aspek pelafalan, intonasi, tempo berbicara, hingga pengucapan konsonan ganda yang menjadi salah satu tantangan dalam bahasa Korea.

Untuk memperkuat kemampuannya, Qintan secara rutin menyaksikan tayangan KBS News melalui YouTube. Dari tayangan tersebut, ia mengamati bagaimana presenter berita Korea mengatur intonasi, kecepatan berbicara, artikulasi, dan penyampaian informasi secara profesional.

Meski memiliki persiapan yang relatif singkat dan penuh tekanan, Qintan tidak membiarkan keterbatasan waktu mengurangi kepercayaan dirinya. Terlebih, jumlah peserta yang mengikuti kompetisi tidak sedikit mencapai lebih dari 50 orang dengan kemampuan dan penampilan yang menurutnya sangat baik.

Target tersebut bahkan berhasil dilampaui. Ketika namanya diumumkan sebagai Juara 1, Qintan mengaku terkejut sekaligus tidak menyangka hasil tersebut dapat diraihnya.

“Ketika akhirnya diumumkan sebagai Juara 1, saya benar-benar kaget dan tidak menyangka. Sampai sekarang pun rasanya masih sedikit speechless,” ujarnya.

Bagi Qintan, kemenangan tersebut memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar sebuah gelar juara. Kompetisi tersebut menjadi pengalaman untuk keluar dari zona nyaman, mencoba sesuatu yang baru, sekaligus menguji kemampuan dirinya.

Semangat tersebut sejalan dengan kiprahnya sebagai mahasiswa yang dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi bergengsi, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan berbahasa asing. Berbagai pengalaman kompetisi menjadi ruang bagi Qintan untuk terus mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, keberanian tampil, dan kepercayaan diri.

Di luar dunia kompetisi, Qintan juga dipercaya menjadi Host podcast FTK UIN Alauddin Makassar, “UpCast”. Peran tersebut menjadi wadah lain baginya untuk mengembangkan kemampuan berbicara, membangun komunikasi dengan narasumber, serta menyajikan informasi dan inspirasi kepada audiens.

Tidak berhenti di lingkungan kampus, Qintan juga aktif sebagai influencer melalui media sosial pribadinya. Ia kerap membagikan keseharian, aktivitas, kreativitas, serta berbagai hal yang menjadi bagian dari perjalanan dan pengembangan dirinya.

Konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan di berbagai bidang menunjukkan bahwa prestasi dapat lahir dari keberanian untuk mencoba. Ketertarikan sederhana terhadap bahasa dan budaya asing yang dipelajari secara mandiri justru berkembang menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan.

Prestasi Qintan menjadi bukti bahwa mahasiswa FTK UIN Alauddin Makassar memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Kemampuan berbahasa, komunikasi, kreativitas, dan keberanian tampil dapat menjadi modal penting untuk berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

Bagi Qintan, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa kesempatan tidak selalu datang dalam bentuk yang direncanakan. Terkadang, keberanian untuk mengatakan “mengapa tidak mencoba?” justru menjadi awal dari sebuah pencapaian besar.

Kisah Qintan sekaligus memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya agar tidak ragu mengeksplorasi minat dan kemampuan yang dimiliki. Sebab, dari sebuah rasa ingin tahu, latihan sederhana, dan keberanian mengambil kesempatan, dapat lahir prestasi yang tidak pernah sebelumnya dibayangkan.

 

Oleh: Margono Setiawan