FTK GELAR PELATIHAN PEMANFAATAN AI UNTUK PEMBELAJARAN & PENELITIAN DOSEN

  • 27 Februari 2025
  • 12:36 WITA
  • Administrator
  • Berita

FTK Online – [27/02/2025] Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran dan Penelitian bagi para Dosen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar dalam mengadaptasi perkembangan teknologi guna meningkatkan efektivitas dan inovasi dalam proses belajar-mengajar serta riset akademik.


Pelatihan yang berlangsung di Aula LT Barat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar ini diikuti oleh puluhan dosen dari berbagai program studi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Acara dibuka oleh Dekan FTK, Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya AI dalam dunia pendidikan.

“Artificial Intelligence bukan lagi sekadar trend, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan. Dengan pemanfaatan AI, dosen dapat mengembangkan metode pengajaran yang lebih interaktif serta mempercepat proses penelitian,” ujar Dr. Andi Achruh dalam sambutannya.

Dr. Ridwan Andi Kambau yang juga seorang dosen dan mantan Kepala Pustipad UIN Alauddin Makassar ditunjuk sebagai narasumber pada pelatihan kali ini. Beliau merupakan seorang praktisi dalam bidang teknologi khususnya AI.


Materi pelatihan mencakup berbagai aspek AI, mulai dari pemanfaatan chatbot untuk menjawab pertanyaan mahasiswa, penggunaan AI dalam analisis data penelitian, hingga penerapan AI dalam pembuatan konten pembelajaran. Para peserta juga diberikan pelatihan langsung menggunakan berbagai aplikasi berbasis AI yang dapat membantu dalam pengajaran dan penelitian.

Salah satu peserta, Prof. Dr. Muljono Damopolii, M.Pd., mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam memberikan wawasan baru terkait pemanfaatan teknologi dalam dunia akademik. “Dengan adanya AI, kami bisa lebih efisien dalam mengelola pembelajaran dan penelitian. Ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

“Dengan AI semua pekerjaan bisa lebih mudah, namun penggunaan AI yang berlebihan dapat menyebabkan dosen dan mahasiswa menjadi terlalu bergantung pada system dan daoat mengurangi kemampuan berpikir kritis,” lanjutnya.

Diharapkan melalui pelatihan ini, dosen Fakultas Tarbiyah dapat lebih siap menghadapi era digitalisasi pendidikan serta mampu memanfaatkan AI secara optimal dalam kegiatan akademik. Sangat diharapkan melalui pelatihan ini para dosen mampu lebih paham akan pentingnya pemanfaatan AI agar tidak ada lagi dosen yang terkesan tertinggal atau gaptek. Fakultas juga berencana untuk mengadakan pelatihan lanjutan guna memperdalam pemahaman dan keterampilan dosen dalam memanfaatkan teknologi AI secara lebih spesifik sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.


Oleh:

Margono Setiawan