Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
FTK UIN ALAUDDIN MAKASSAR PERKUAT KOMPETENSI GURU MADRASAH DI BANGGAI MELALUI WORKSHOP PENYUSUNAN SOAL HOTS

FTK UIN ALAUDDIN MAKASSAR PERKUAT KOMPETENSI GURU MADRASAH DI BANGGAI MELALUI WORKSHOP PENYUSUNAN SOAL HOTS

FTK Online – Banggai, (17/10/2026) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar terus mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi Guru Madrasah yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Banggai, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam hasil kerja sama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Komisi VIII DPR RI. Workshop tersebut diikuti 100 guru dari berbagai jenjang pendidikan madrasah, meliputi Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Workshop yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WITA ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian yang tidak sekadar mengukur penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Dalam konteks pembelajaran, penyusunan soal HOTS menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kualitas evaluasi pendidikan. Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk merancang soal yang mampu mengukur kemampuan peserta didik dalam menganalisis informasi, mengevaluasi suatu persoalan, serta menghasilkan gagasan atau solusi secara kreatif dan sistematis.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FTK UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., yang sekaligus menyampaikan sambutan pembukaan. Keterlibatan FTK dalam program ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas guru madrasah sekaligus mendukung peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan Islam.

Pelaksanaan workshop berada di bawah tanggung jawab Matindas Janusanti Rumambi, S.Sos., dengan dukungan tim pemateri dan pendamping yang terdiri atas Prof. Dr. H. Munawir K., M.Ag.; Dr. Rappe, M.Pd.I.; Dr. Nursalam, M.Si.; Lisa Nursita, S.E., M.Si.; Ali Umar Dani, S.Pd., M.P.Fis.; dan M. Mirza Fatahullah, S.Pd., M.Pd.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip-prinsip penyusunan soal HOTS, pengembangan kisi-kisi, perumusan indikator soal, pemilihan stimulus yang kontekstual, hingga penyusunan butir soal yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik.

Materi disampaikan melalui pemaparan, diskusi, dan praktik langsung. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan praktis dalam menyusun instrumen penilaian yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing.

Penguatan kompetensi dalam penyusunan soal HOTS diharapkan dapat mendorong perubahan orientasi penilaian pembelajaran. Evaluasi tidak lagi semata-mata berfokus pada kemampuan peserta didik mengingat dan memahami materi, tetapi juga pada kecakapan mereka dalam menerapkan pengetahuan, menalar, menilai informasi, serta merumuskan penyelesaian terhadap berbagai persoalan.

Upaya tersebut menjadi penting untuk membangun proses pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Instrumen penilaian yang dirancang secara tepat dapat membantu guru memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kemampuan siswa, sekaligus menjadi dasar dalam memperbaiki strategi pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara Ditjen Pendis Kementerian Agama RI, Komisi VIII DPR RI, dan perguruan tinggi diharapkan semakin kuat dalam mengembangkan sumber daya manusia di bidang pendidikan Islam. Pelaksanaan workshop di Kabupaten Banggai juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan penguatan kapasitas pendidik sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.

FTK UIN Alauddin Makassar berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan evaluasi di lingkungan madrasah. Dengan kompetensi penyusunan soal HOTS yang semakin baik, para guru diharapkan mampu menumbuhkan budaya berpikir kritis, kreatif, dan reflektif pada peserta didik.

Pada akhirnya, penguatan kapasitas guru melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan teknis penyusunan soal, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya proses pembelajaran yang lebih berkualitas dan peningkatan mutu pendidikan Islam secara berkelanjutan, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

 

Oleh: Tim Ngopi FTK

Editor: Margono Setiawan