FTK Online – Banggai,
(17/10/2026) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar
memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui
Pelatihan Pendidikan Inklusi di Madrasah bagi 100 guru di Kabupaten Banggai,
Sulawesi Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Luwuk, Jumat
(16/10/2026), ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam
menghadirkan pembelajaran yang adaptif, adil, dan mampu mengakomodasi
keberagaman kebutuhan peserta didik.
Pelatihan tersebut diikuti guru
dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah
Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan Islam,
khususnya dalam memperluas pemahaman dan kemampuan guru untuk menerapkan
prinsip-prinsip pendidikan inklusi di lingkungan madrasah.
Dekan FTK UIN Alauddin Makassar,
Prof. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya
penguatan kompetensi guru sebagai salah satu faktor penentu peningkatan
kualitas pendidikan. Menurutnya, peran pendidik tidak terbatas pada penyampaian
materi pelajaran, tetapi juga mencakup tanggung jawab menciptakan lingkungan
belajar yang mendukung perkembangan potensi setiap peserta didik.
Dalam praktik pendidikan, setiap
peserta didik memiliki karakteristik, kemampuan, latar belakang, serta
kebutuhan belajar yang berbeda. Keragaman tersebut menuntut guru untuk mampu
merancang pembelajaran yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh siswa
untuk berpartisipasi dan memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Karena itu, pendidikan inklusi
membutuhkan kesiapan pendidik dalam menyesuaikan strategi pembelajaran dengan
kondisi peserta didik. Guru juga dituntut membangun suasana belajar yang aman,
nyaman, dan bebas dari diskriminasi agar setiap siswa memiliki ruang untuk
berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Melalui pelatihan ini, para
peserta didorong untuk tidak hanya memahami pendidikan inklusi secara
konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Penerapan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya pembelajaran yang menghargai
perbedaan, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta memberikan kesempatan
kepada seluruh peserta didik untuk berkembang secara optimal.
Pelatihan ini menghadirkan
Matindas Janusanti Rumambi, S.Sos., sebagai narasumber. Sementara itu, jalannya
kegiatan dimoderatori oleh Dr. Santih Anggereni, S.Si., M.Pd., dan Syahriani,
S.Pd., M.Pd. Adapun tim fasilitator terdiri atas Dr. Ridwan Idris, M.Pd.; Dr.
Ahmad Afiif, M.Si.; serta Dr. Andi Ika Prasasti Abrar, M.Pd.
Keterlibatan narasumber,
moderator, dan fasilitator diharapkan mampu mendukung proses pelatihan yang
terarah dan interaktif. Melalui kegiatan ini, guru memperoleh kesempatan untuk
memperluas wawasan, memperdalam pemahaman mengenai pendidikan inklusi, serta
mengidentifikasi tantangan yang mungkin dihadapi ketika menerapkannya di satuan
pendidikan masing-masing.
Penguatan kapasitas guru dalam
pendidikan inklusi menjadi semakin penting seiring dengan kebutuhan
menghadirkan layanan pendidikan yang responsif terhadap keberagaman peserta
didik. Guru perlu memiliki kemampuan mengenali kebutuhan belajar, membangun komunikasi
yang positif, serta menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar seluruh siswa
dapat terlibat secara aktif dalam proses pendidikan.
Dengan pendekatan tersebut,
keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur melalui pencapaian akademik,
tetapi juga melalui partisipasi, kenyamanan, dan kesempatan setiap peserta
didik untuk mengembangkan kemampuannya. Lingkungan belajar yang inklusif juga
diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan
penghargaan terhadap perbedaan.
Pelaksanaan pelatihan di
Kabupaten Banggai menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat kapasitas
pendidik madrasah untuk menghadapi tantangan pendidikan yang semakin beragam.
Melalui peningkatan kompetensi ini, guru diharapkan mampu membawa pengetahuan
dan pengalaman yang diperoleh ke lingkungan kerja masing-masing serta
menerapkannya secara berkelanjutan.
FTK UIN Alauddin Makassar terus
diharapkan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia pendidikan
Islam melalui berbagai program peningkatan kompetensi dan penguatan praktik
pembelajaran. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya
pendidikan Islam yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.
Pada akhirnya, keberhasilan
pendidikan inklusi sangat bergantung pada kesiapan seluruh unsur pendidikan,
terutama guru sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran. Dengan
kompetensi yang semakin kuat, madrasah diharapkan mampu menjadi lingkungan pendidikan
yang memberikan kesempatan berkembang bagi setiap peserta didik sekaligus
membentuk generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan menghargai
keberagaman.
Oleh: Tim Ngopi FTK
Editor: Margono Setiawan